Presiden Bank Dunia Kritik Rencana Microsoft Akuisisi Activision dengan Nilai Rp 1.000 Triliun

Presiden Bank Dunia David Matpass mengkritik rencana Microsoft mengakuisisi pengembang video gim Activision Blizzard dengan harga hampir mencapai 1.000 triliun rupiah.  IDGS, Sabtu, 22 Januari 2022 – Matpass mengkritik rencana akuisisi tersebut karena ia anggap sebagai alokasi kapital yang patut dipertanyakan di masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, di mana banyak negara miskin […]

Presiden Bank Dunia Kritik Rencana Microsoft Akuisisi Activision dengan Nilai Rp 1.000 Triliun

Presiden Bank Dunia David Matpass mengkritik rencana Microsoft mengakuisisi pengembang video gim Activision Blizzard dengan harga hampir mencapai 1.000 triliun rupiah. 

IDGS, Sabtu, 22 Januari 2022 – Matpass mengkritik rencana akuisisi tersebut karena ia anggap sebagai alokasi kapital yang patut dipertanyakan di masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, di mana banyak negara miskin kesulitan membayar utang dan menghadapi pandemi.

Hal itu ia sampaikan dalam event virtual dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional pada Rabu (19/1/2022). Menurut Matpass, banyak negara-negara miskin membutuhkan aliran dana akan tetapi aliran dana tersebut terganggu oleh kebijakan-kebijakan moneter dari negara-negara maju.

 

Presiden Bank Dunia, David Matpass. (REUTERS/Yves Herman)

Matpass terutama mengaku terkejut melihat besarnya dana yang disiapkan Microsoft untuk mengakuisisi “kreatorCall of Duty” Activision Blizzard yang mencapai 68,7 miliar USD atau hampir menyentuh angka 1.000 triliun rupiah.

Jumlah tersebut jauh melebihi angka 23,5 miliar USD atau sekitar 336 triliun rupiah sebagai dana bantuan dari negara-negara donor untuk diberikan kepada Asosiasi Pengembangan Internasional — dana Bank Dunia yang ditujukan untuk membantu negara-negara miskin.

Anda harusnya berpikir ‘tunggu dulu, apakah ini alokasi kapital terbaik?’” Kritik Matpass terhadap rencana akuisisi Microsoft.

Jika rencana akuisisi itu terjadi, maka menurut Matpass orang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin karena aliran dana hanya berputar di negara-negara maju saja.

 

(Stefanus/IDGS)


Sumber: Reuters