Diiringi Teriakan Membahana Penonton, OG Melakukan Comeback Luar Biasa dan Singkirkan Fnatic dari Stockholm Major 2022

Harapan terakhir Asia Tenggara (SEA), Fnatic, akhirnya tersingkir dari ESL One Stockholm Major 2022 setelah menelan kekalahan pahit melawan OG di lower bracket.  IDGS, Sabtu, 21 Mei 2022 – Beberapa pertandingan di Stockholm Major 2022 bisa dibilang sangat seru sejauh ini. Namun siapa sangka, muncul pertandingan terseru ketika turnamen akhirnya disaksikan oleh penonton di venue. […]

Diiringi Teriakan Membahana Penonton, OG Melakukan Comeback Luar Biasa dan Singkirkan Fnatic dari Stockholm Major 2022

Harapan terakhir Asia Tenggara (SEA), Fnatic, akhirnya tersingkir dari ESL One Stockholm Major 2022 setelah menelan kekalahan pahit melawan OG di lower bracket. 

IDGS, Sabtu, 21 Mei 2022 – Beberapa pertandingan di Stockholm Major 2022 bisa dibilang sangat seru sejauh ini. Namun siapa sangka, muncul pertandingan terseru ketika turnamen akhirnya disaksikan oleh penonton di venue. Teriakan “OG OG OG!” yang membahana dari para penonton seperti memberi steroid bagi para pemain OG yang tengah kelimpungan di gim ketiga, untuk melakukan comeback luar biasa dan akhirnya keluar sebagai pemenang atas Fnatic.

Gim 1: OG 1-0 Fnatic

Gim pertama ini mutlak jadi milik OG di mana mereka mendominasi permainan dari awal hingga akhir. Memenangkan ketiga lane, dan dua core mereka Bozhidar “bzm” Bogdanov dan Artem “Yuragi” Golubiev kill serta farming yang begitu banyak. OG memimpin networth sejak menit 3 dan tak pernah melepas keunggulan tersebut hingga Fnatic menyerah.

Gim 2: OG 1-1 Fnatic

Gim kedua seperti kebalikan dari gim pertama, di mana giliran Fnatic yang mendominasi OG lewat draft unortodoks mereka yakni Earth Spirit offlane bagi Anucha “Jabz” Jirawong yang kemudian terbukti jadi kunci bagi Fnatic dalam menangkal Black Hole Enigma dari Tommy “Taiga” Le sekaligus menciptakan ruang bagi rekan-rekannya terutama Medusa untuk farming dan unggul jauh dari segi networth. Begitu Medusa Fnatic jadi, OG tak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa menyerah.

Gim 3: OG 2-1 Fnatic

Fnatic kembali mendominasi di awal gim ketiga hingga pertengahan permainan, di mana mereka sanggup unggul kill 20-1 dan 8.000 gold sebelum laga memasuki menit 20! Draft Keeper of the Light untuk mid laner Fnatic, Armel “Armel” Paul Tabios memberi kejutan bagi OG sehingga mereka tidak bisa meng-counternya sama sekali. Armel merajalela dengan membully Pangolier bzm di mid sebelum kemudian dengan Boots of Travel dan kecepatan larinya yang begitu tinggi, melakukan roaming di sepanjang map menebar teror kepada OG dan bersama rekan-rekannya, membunuh hero-hero OG satu persatu.

Memasuki menit 25, Fnatic sudah benar-benar di atas angin hingga Dota Plus memperkirakan kemungkinan menang mereka mencapai 91%. Merasa kemenangan sudah di tangan, para pemain Fnatic, terutama sang kapten Jabz, mulai memprovokasi pemain-pemain OG, terutama Sebastien “Ceb” Debs dan Ammar “ATF” Al-Assaf lewat chatwheel dan memberi tip.

Siapa sangka, ATF yang biasanya tampil buruk jika timnya tertinggal, seperti dirasuki oleh Dewa Dota di mana Tidehunter yang ia kendalikan berkali-kali melakukan Ravage akurat baik untuk bertahan maupun untuk membunuh 1-2 hero Fnatic. Bersama Enigma dari Taiga, ATF memberi kesempatan bagi OG untuk bernafas, terutama bagi Morphling Yuragi dan Pangolier bzm yang dipecundangi oleh Fnatic sejak awal gim ketiga.

Teriakan “OG OG OG!” membahana para penonton di venue seperti memberi suntukan moral kepada para pemain OG.

Kehadiran pemain legendaris seperti Ceb yang sudah terbiasa menghadapi tekanan juga sangat membantu di mana ia dengan sempurna mengambil alih perah kapten yang biasanya diemban Mikhail “Misha” Agatov — yang berhalangan hadir di Stockholm Major 2022. Tampak lewat sorotan kamera, Ceb jadi pemain OG yang paling sering berbicara dibandingkan anggota-anggota lainnya yang berusia jauh lebih muda darinya.

Gim ketiga juga menjadi duel antara Enigma Taiga melawan Treant Protector dari Jaunuel “Jaunuel” Arcilla di mana Jaunuel mengemban tugas menggagalkan Blackhole Taiga menggunakan Overgrowth — tugas yang berkali-kali berhasil ia lakukan, namung sayangnya di fase late game ia kalah dari Taiga.

Fnatic kesulitan untuk menembus pertahanan ATF dan Taiga yang sama-sama memiliki Refresher Orb, hingga Armel membeli Dagon 5 untuk burst magic damage. Taktiknya sempat berhasil di mana bersama dengan Hoowink dari Djardel “DJ” Mampusti, Armel sanggup beberapa kali membunuh Morphling super jadi Yuragi dalam waktu kurang dari 3 detik. Sayangnya Pangolier bzm juga sudah jadi dan menyulitkan Fnatic untuk comeback.

Pada akhirnya OG berhasil menghancurkan dua barak Fnatic di mid dan bawah. Teamfight terakhir di barak Fnatic di lane atas sempat terhenti ketika Yuragi lagi-lagi di-burst oleh DJ dan Armel dan harus buyback serta berjalan kaki ke base Fnatic untuk menyusul rekan-rekannya. Meski begitu Fnatic tetap tidak bisa membalik keadaan dan akhirnya menyerah di menit 64. Kekalahan usai unggul begitu jauh itu membuat para pemain Fnatic terlihat menangis di booth mereka.

Ammar ATF di akhir laga mengetik “lol bro” di all chat serta menggunakan chatwhell “Well Played” kepada Jabz, membalas semua provokasi kapten Fnatic itu di sepanjang gim ketiga.

 

(Twitch @ESL_DOTA2)

Jabz yang sempat diwawancarai seusai pertandingan, hampir tak bisa menahan tangisnya. Meski begitu para penonton tetap memberi tepuk tangan kepadanya atas permainan luar biasa Fnatic pada malam itu.